Ketentuan dan Kode Etik Penjualan Langsung Indonesia

Kriteria Perusahaan MLM resmi yaitu telah memperoleh Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) dari Pemerintah. Kriteria tersebut Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia( APLI ) sudah melakukan pekerjaan untuk menilai sebuah perusahaan yang telah memiliki SIUPL

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia( APLI )
Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia( APLI )

Kerja Smart : Sebagaimana diketahui bahwa untuk sukses menjalankan Bisnis MLM, salah satu syaratnya adalah bergabung dengan Perusahaan MLM yang resmi.

Kriteria Perusahaan MLM resmi yaitu telah memperoleh Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) dari Pemerintah. Kriteria tersebut Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia( APLI ) sudah melakukan pekerjaan untuk menilai sebuah perusahaan yang telah memiliki SIUPL. Hal tersebut sudah jelas diatur dalam syarat keanggotaan APLI yaitu perusahaan sudah memiliki SIUPL.

Semua materi berasal dari web APLI, dan kami tidak melakukan perubahan terhadap isi dan kandungan; kami hanya melakukan perubahan pengaturan tata letak dan spasi dan beberapa kesalahan ketik untuk memudahkan dalam pembacaan agar lebih mudah dipahami

Jika ada ketentuan baru dan perubahan yang ada didalamnya, maka tetap merujuk kepada sumber asli yaitu Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) .

Syarat dan Ketentuan untuk menjadi Anggota APLI

Syarat dan Ketentuan Menjadi Anggota APLI

BAGAIMANA CARA MENJADI ANGGOTA APLI :

1. Apa manfaat Menjadi Anggota APLI ?

Manfaat yang diperoleh bila suatu perusahaan DS/MLM  bergabung dengan APLI, diantaranya :

  1. Merupakan acuan masyarakat dalam memilih perusahaan DS/MLM yang baik dan benar.
  2. Adalah Mitra dari Pemerintah bagi pengembangan industri DS/MLM
  3. Mengetaui secara pasti Kode Etik perusahan, dengan etika yang benar dan universal.
  4. Mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebijaksanaan Pemerintah.
  5. Menambah relasi yang lebih luas dengan para Pengusaha Bisnis Jualan Langsung MLM, untuk lingkup nasional maupun internasional.
  6. Dapat mengikuti pertemuan anggota APLI yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.
  7. Mendapatkan majalah intern Info APLI dengan artikel-artikel yang menarik.
  8. Dapat mengikuti program-program pelatihan khusus untuk anggota APLI dalam rangka pengembangan usaha khususnya skala kecil dan menengah yang dilaksanakan oleh APLI.
  9. Dapat mengikuti program-program yang dilaksanakan oleh WFDSA.
  10. Nama perusahaan akan tercantum dalam website APLI, iklan di media yang dipasang oleh APLI dalam rangka sosialsiasi kepada masyarakat.

2. Apa saja persyaratan untuk menjadi anggota APLI

Apabila perusahaan sudah memiliki SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) dan sudah beroperasi dengan menjunjung tinggi etika dalam menjalankan usaha, tidak melakukan usaha perdagangan yang bersifat Money Game, Sistem Piramida, Berkedok MLM dan/atau sejenisnya, memiliki produk untuk dijual dan berguna untuk masyarakat, pendapatan utama distributor dari penjualan produk bukan dari rekruting anggota, maka APLI membuka pintu lebar-lebar bagi perusahaan yang ingin bergabung.

Persyaratan untuk menjadi anggota APLI dengan mengisi Formulir Permohonan untuk menjadi anggota APLI dan melampikan berkas-berkas di bawah ini :

  1. Salinan Akte Notaris Pendirian PT
  2. Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum Perseroan Terbatas dari instansi berwenang
  3. Tanda daftar dan izin dari Departemen teknis atas barang dan/atau jasa yang dipasarkan (contoh : registrasi produk dari Badan POM untuk produk makanan kesehatan dan kosmetika)
  4. Copy NPWP Perusahaan
  5. Copy KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan
  6. Pas Photo Direktur Utama/Penanggung jawab perusahaan ukuran 4×6 = 1 lembar
  7. Brosur/Leaflet, catalog dan daftar harga barang dan/atau jasa
  8. Program Pemasaran / Marketing Plan
  9. Kode Etik Perusahaan
  10. Contoh aplikasi permohonan menjadi distributor
  11. Copy SIUPL

Note : point 9 dan 10 dalam bentuk starterkit lengkap dari perusahaan untuk distributor

3. Proses Perekrutan untuk menjadi Anggota APLI :

  1. Mengisi formuilr permohonan menjadi Anggota APLI.
  2. Menyerahkan lampiran yang telah dipersyaratkan APLI.
  3. Pemeriksaan kelengkapan berkas di Sekretariat APLI.
  4. Evaluasi Marketing plan dan Kode Etik.
  5. Jika dianggap perlu, Perusahaan akan diundang untuk memberikan presentasi.
  6. Akan dilakukan kunjungan/survey ke perusahaan untuk meninjau kantor, produk dan kegiatan yang jelas-jelas menjalankan MLM.
  7. APLI akan menerima perusahaan calon anggota setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan akan diinformasikan secara tertulis.

Namun demikian, Anda tetap meminta SIUPL Perusahaan MLM yang akan anda jadikan sebagai mitra bisnis.


Kode Etik Anggota APLI

Setelah perusahaan menjadi anggota APLI, perusahaan harus mematuhi Kode Etik sebagai anggota APLI.

Kode Etik Anggota APLI

Kode Etik
Diadopsi oleh Dewan CEO WFDSA 7 Oktober 2008

KATA PENGANTAR

Kode Etik ini berisi pedoman yang mengatur hubungan antara :
1.Perusahaan anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan para Penjual Langsung atau calon Penjual Langsung.

2.Perusahaan Anggota APLI dan para Penjual Langsung serta para Konsumen

3.Perusahaan-perusahaan Anggota, karena mereka berkompetisi di pasar bebas.

4.Individu-individu yang mengajukan keluhan, Administrator Kode Etik APLI dan perusahaan-perusahaan Anggota APLI.

1. HAL-HAL UMUM

1.1. Ruang Lingkup

Kode Etik ini berisi bagian-bagian yang berjudul Pengaturan untuk Perlindungan Konsumen; Pengaturan antara Perusahaan dan Penjual Langsung; dan Antar Ketiga bagian ini membahas berbagai interaksi seputar penjualan langsung dirancang untuk membantu terciptanya kepuasan dan perlindungan Konsumen, mempromosikan persaingan dalam rangka system dunia usaha bebas dan meningkatkan citra publik tentang penjualan langsung.

1.2 Daftar Istilah

Untuk keperluan Kode Etik, istilah-istilah yang digunakan memiliki arti sebagai berikut :

Administrator Kode Etik :

Orang atau badan independen yang ditunjuk oleh APLI untuk memantau kepatuhan suatu Perusahaan terhadap Kode Etik dan untuk menyelesaikan keluhan terhadap pelanggaran Kode Etik ini.

Perusahaan : 

Suatu badan usaha yang (i) menggunakan system distribusi Penjualan Langsung untuk memasarkan Produk-produknya, dan (ii) merupakan anggota APLI.

Konsumen : 

Seseorang yang membeli atau mengkonsumsi produk-produknya dari seorang Penjual Langsung atau suatu Perusahaan.

Penjual Langsung : 

Seseorang atau suatu badan yang berhak untuk membeli dan/atau menjual Produk-produk perusahaan dan yang berhak untuk merekrut Penjual Langsung lainnya.

Penjual Langsung pada umumnya memasarkan secara langsung produk-produk konsumsi kepada Konsumen di luar lokasi eceran tetap dan permanen, dan biasanya melalui penjelasan atau demonstrasi produk dan jasa.

Seorang Penjual Langsung bisa merupakan sebuah agen komersial independen, kontraktor independen, dealer atau distributor independen, pekerja bayaran atau pekerja bebas atau pelaku penjualan serupa lainnya dari suatu Perusahaan Penjualan Langsung.

Formulir Pemesanan : 

Dokumen yang tercetak atau tertulis yang menegaskan rincian pesanan seorang Konsumen dan disertai bukti penjualan (kwitansi) untuk Konsumen. Untuk pembelian melalui internet, formulir yang berisi semua syarat penawaran dan pembelian disediakan dalam format yang dapat dicetak atau dapat diunduh.

Produk : 

Barang-barang dan jasa-jasa baik yang berwujud maupun tidak.

Perekrutan : 

Suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu seseorang menjadi Penjual Langsung.

1.3 Perusahaan

Perusahaan berjanji untuk mengadopsi atau mentaati Kode Etik ini sebagai persyaratan keanggotaan dan perpanjangan keanggotaan APLI.

Perusahaan-perusahaan juga berjanji untuk mempublikasikan Kode Etik ini berikut ketentuan-ketentuan umumnya yang berlaku untuk Konsumen dan Penjual Langsung, serta informasi mengenai dimana Konsumen dan Penjualan Langsung dapat memperoleh salinan Kode Etik ini.

1.4 Penjualan Langsung

Para Penjual Langsung tidak terikat secara langsung oleh Kode Etik ini, tetapi sebagai salah satu persyaratan keanggotaan dalam system distribusi Perusahaan, mereka diwajibkan untuk mentaati aturan-aturan perilaku yang memenuhi standar Kode Etik ini.

1.5 Pengaturan Diri Sendiri

Kode Etik ini bukan undang-undang tetapi kewajiban-kewajibannya mengharuskan suatu tingkat perilaku etis dari perusahaan dan Penjual Langsung yang sesuai atau melampaui tuntutan hukum yang berlaku.

Ketidakpatuhan terhadap Kode Etik tidak menimbulkan tanggung jawab atau tanggung jawab hukum secara perdata. Dengan berakhirnya keanggotaan dalam APLI, suatu Perusahaan tidak lagi terikat oleh Kode Etik ini. Akan tetapi ketentuan-ketentuan Kode Etik ini tetap berlaku untuk kegiatan-kegiatan atau transaksi-transaksi yang terjadi selama Perusahaan tersebut masih menjadi anggota APLI.

1.6 Peraturan Setempat

Perusahaan atau Penjualan Langsung harus mematuhi semua syarat-syarat hukum di Negara tempat mereka menjalankan bisnis.

Oleh karena itu, Kode Etik ini tidak menyatakan kembali semua kewajiban hukum; kepatuhan Perusahaan dan Penjual Langsung terhadap hukum yang berkaitan dengan Penjualan Langsung merupakan syarat diterimanya atau berlanjutnya keanggotaan dalam APLI.

1.7 Pengaruh Ekstrateritorial

Semua Asosiasi Penjualan Langsung berjanji untuk mewajibkan setiap anggotanya mematuhi WFDSA World Codes of Conduct for Direct Selling (Kode Etik Penjualan Langsung World Federation of Direct Selling Association) sebagai persyaratan keanggotaan dan perpanjangan keanggotaan mereka dalam Asosiasi untuk kegiatan-kegiatan penjualan langsung di luar negara asal, kecuali kegiatan-kegiatan tersebut berada di bawah yurisdiksi Kode Etik Penjualan Langsung di Negara lain tempat anggota tersebut berada.

2. PENGATURAN UNTUK PERLINDUNGAN KONSUMEN

2.1 Praktek-praktek Terlarang

Penjual Langsung dilarang menggunakan praktek-praktek penjualan yang bersifat menyesatkan, menipu atau tidak jujur.

2.2 Identifikasi

Sejak awal presentasi penjualan, Penjual Langsung tanpa diminta wajib dengan jujur dan jelas memperkenalkan diri mereka; identitas Perusahaan mereka; Produk mereka; dan tujuan pertemuan / berkumpulnya mereka kepada para calon Konsumen

2.3 Penjelasan dan Peragaan

Penjual Langsung harus memberikan kepada Konsumen penjelasan dan peragaan produk secara akurat dan lengkap terkait, terutama sehubungan dengan harga, kondisi barang dan jika ada, syarat-syarat kredit; syarat pembayaran; masa tenang, termasuk kebijakan pengembalian, syarat-syarat jaminan; layanan purna jual; dan tanggal pengiriman/pengantaran.

Penjual Langsung harus memberikan jawaban yang akurat dan mudah dipahami atas semua pertanyaan Konsumen. Dalam hal klaim yang dilakukan sehubungan dengan kemanjuran, Penjual Langsung hanya membuat klaim produk sebagaimana yang tertulis atau yang secara verbal sudah disahkan oleh Perusahaan.

2.4 Formulir Pemesanan

Formulir Pemesanan tertulis harus diberikan atau disediakan untuk Konsumen pada saat dilakukannya penjualan. Bila penjualan dilakukan melalui pos, telepon, internet atau cara lainnya yang serupa tanpa tatap muka, salinan formulir pemesanan harus disediakan dalam format yang dapat dicetak atau diunduh melalui internet.

Formulir Pemesanan harus mencantumkan nama Perusahaan dan Penjual Langsung berikut nama lengkap, alamat tetap, dan nomor telepon Perusahaan atau Penjual Langsung, dan seluruh ketentuan penjualan.

Ketentuan-ketentuan garansi atau jaminan; rincian dan batas-batas layanan purna jual; nama dan alamat pemberi garansi; jangka waktu garansi; dan tindakan perbaikan yang disediakan bagi Konsumen harus ditetapkan secara jelas dalam Formulir Pemesanan atau literature pendamping lainnya yang menyertai produk. Semua ketentuan dan persyaratan harus jelas terbaca.

2.5 Literatur

Literatur promosi, iklan dan surat penawaran via pos tidak boleh memuat keterangan, pernyataan, foto atau ilustrasi Produk yang bersifat mengecoh, menipu dan menyesatkan. Literatur Promosi harus berisikan nama dan alamat atau nomor telepon Perusahaan dan dapat juga mencakup nomor telepon Penjual langsung.

2.6 Kesaksian

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh menggunakan kesaksian atau dukungan dalam bentuk apapun yang dinyatakan tidak benar, atau yang tidak dapat diterapkan lagi, yang tidak berkaitan dengan penawaran atau yang dipergunakan dengan cara yang dapat menyesatkan Konsumen.

2.7 Perbandingan dan Pencemaran

Perusahaan atau Penjual Langsung tidak diperbolehkan menggunakan perbandingan yang menyesatkan. Poin-poin perbandingan harus didasarkan pada fakta-fakta yang dapat dibenarkan. Perusahaan atau Penjual Langsung tidak boleh secara tidak jujur mencemarkan suatu nama dagang

Perusahaan, bisnis atau Produk, baik secara langsung maupun secara implisit. Perusahaan atau Penjual Langsung tidak diperbolehkan memanfaatkan secara tidak etis nama dagang, simbol Perusahaan bisnis atau Produk lain

2.8 Masa tenang dan Pengembalian Barang

Baik diwajibkan secara hukum maupun tidak, Perusahaan dan Penjual Langsung harus menawarkan suatu masa tenang yang memungkinkan pelanggan membatalkan pesanannya dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan dan masuk akal.

Masa tenang harus dinyatakan dengan jelas. Perusahaan dan Penjual Langsung yang menawarkan hak untuk pengembalian, baik dengan persyaratan atau tidak, harus melakukannya secara tertulis.

2.9 Penghormatan pada Hak Pribadi

Penjual Langsung harus melakukan kontak pribadi atau via telepon dengan Konsumen hanya dengan cara dan waktu yang pantas untuk menghindari hal yang mengganggu.

Seorang Penjual Langsung harus menghentikan suatu demonstrasi atau presentasi penjualan segera, bila diminta oleh Konsumen.

Penjual Langsung dan Perusahaan harus mengambil langkah yang tepat untuk memastikan perlindungan terhadap semua informasi pribadi yang diberikan oleh Konsumen, calon potensial Konsumen, atau seorang Penjual Langsung.

2.10 Kewajaran/Keadilan

Penjual Langsung harus menghormati kurangnya pengalamanan Konsumen, Penjual Langsung tidak diperbolehkan menyalah gunakan kepercayaan Konsumen atau mengeksploitasi usia, penyakit, serta kurangnya pemahaman atau pengetahuan bahasa pada Konsumen.

2.11 Penjualan Referal

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh membujuk seseorang untuk membeli barang atau jasa berdasarkan penjelasan untuk mendapat pengurangan atau pengembalian harga penjualan bila dapat mereferensikan calon pelanggan untuk pembelian barang atau jasa yang sama, apabila pengurangan pengembalian tersebut belum tentu terjadi dimasa yang akan datang.

2.12 Pengiriman Barang

Perusahaan dan Penjual Langsung harus memenuhi pesanan Konsumen pada waktu yang tepat.

3. PENGATURAN TERHADAP PENJUAL LANGSUNG

3.1 Kepatuhan Penjual Langsung

Perusahaan harus mewajibkan para Penjual Langsung mereka, sebagai satu syarat keanggotaan dalam system distribusi Perusahaan, untuk mematuhi standar-standar Kode Etik ini.

3.2 Perekrutan

Perusahaan tidak boleh menggunakan praktek-praktek perekrutan yang bersifat menyesatkan, menipu dan tidak jujur.

3.3 Informasi Bisnis

Informasi yang disediakan oleh Perusahaan bagi Penjual Langsung mengenai peluang dan hak-hak serta kewajiban terkait harus akurat dan lengkap.

Perusahaan tidak boleh memberikan informasi dalam bentuk apapun yang tidak dapat diverifikasi, atau memberi janji yang tidak dapat dipenuhi kepada calon Penjual Langsung. Perusahaan-perusahaan tidak boleh menyampaikan keuntungan-keuntungan peluang penjualan kepada seorang calon rekrutan cara palsu atau mengecoh.

3.4 Remunerasi dan pelaporan

Perusahaan harus memberikan kepada para Penjual Langsung laporan periodik, sebagaimana yang berlaku untuk setiap penjualan, pembelian, rincian pendapatan, komisi, bonus, diskon, pengiriman barang, pembatalan dan data lain yang relevan kepada Penjual Langsung sesuai dengan perjanjian yang disepakati Perusahaan dengan Penjual Langsung.

Semua uang terhutang harus dibayarkan dan setiap pemotongan sejumlah uang harus dilakukan dengan cara yang tepat secara komersial

3.5 Pernyataan Penghasilan

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh membuat laporan atau pernyataan yang tidak benar tentang jumlah penjualan, potensi penjualan atau penghasilan dari Penjual Langsung.

Setiap pernyataan pendapatan dan penjualan yang dibuat harus berdasarkan pada fakta-fakta yang didukung oleh dokumen.

3.6 Hubungan

Perusahaan harus mempersiapkan perjanjian tertulis, yang harus ditanda tangani oleh perusahaan maupun Penjualan Langsung yang berisikan semua rincian mendasar dari hubungan antara Penjual Langsung dan Perusahaan. Perusahaan harus menginformasikan kepada Penjual Langsung mengenai kewajiban hukum termasuk ijin yang berlaku, registrasi dan pajak.

3.7 Iuran

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh mewajibkan Penjual Langsung atau calon Penjual Langsung untuk membayar iuran keanggotaan yang tinggi, biaya pelatihan, iuran waralaba, iuran untuk biaya bahan promosi atau iuran lainnya yang hanya berkaitan dengan hak untuk ikut serta dalam bisnis penjualan langsung.

Biaya yang dikenakan untuk menjadi Penjual Langsung harus berhubungan secara langsung dengan nilai bahan, produk, atau layanan yang diterima sebagai gantinya.

3.8 Pemutusan Hubungan

Pada saat hubungan seorang Penjual Langsung dengan Perusahaan diputuskan, perusahaan harus membeli kembali produk yang tidak terjual dan masih dapat dijual kembali, termasuk bahan-bahan promosi, alat bantu dan alat-alat penjualan yang dibeli dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dikurangi biaya penanganan hingga 10 % dari harga pembelian bersih. Perusahaan juga dapat melakukan pemotongan untuk biaya setiap manfaat yang telah diterima oleh Penjual Langsung berdasarkan pembelian barang-barang yang dikembalikan.

3.9 Persediaan Produk

Perusahaan tidak boleh mewajibkan atau mendorong Penjual Langsung untuk membeli stok Produk dalam jumlah yang besarnya tidak masuk akal.

Perusahaan harus mengambil langkah yang semestinya untuk memastikan bahwa Penjual Langsung yang menerima kompensasi untuk volume penjualan downline mengkonsumsi atau menjual kembali produk-produk yang mereka beli agar dapat memenuhi syarat untuk menerima kompensasi.

3.10 Materi-materi lain

Perusahaan harus melarang Penjual Langsung memasarkan atau mewajibkan orang lain melakukan pembelian materi-materi yang tidak sesuai dengan kebijakan dan prosedur Perusahaan.

Penjual Langsung yang menjual literarur promosi atau literatur pelatihan yang telah disetujui oleh perusahaan, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk elektronik, diwajibkan

(i) menggunakan hanya materi-materi yang memenuhi standar-standar yang ditetapkan perusahaan,

(ii) menghindari pemberlakukan pembelian alat bantu penjualan sebagai persyaratan menjadi downline Penjual,

(iii) menyediakan alat bantu penjualan dengan harga yang pantas, setara dengan bahan-bahan serupa yang tersedia secara umum dipasaran,

dan (iv) menawarkan kebijakan pengembalian tertulis yang sama dengan kebijakan pengembalian pada Perusahaan yang diwakili oleh Penjual Langsung tersebut. Perusahaan harus mengambil langkah yang pantas dan konsisten untuk memastikan bahwa alat bantu penjualan yang diproduksi oleh Penjual Langsung mematuhi ketentuan-ketentuan Kode Etik ini dan tidak bersifat menyesatkan atau menipu.

3.11 Pelatihan bagi Penjual Langsung

Perusahaan harus menyediakan pelatihan yang memadai guna mengasah kemampuan Penjual Langsung untuk bekerja secara etis.

4. PERILAKU ANTAR PERUSAHAAN

4.1 Interaksi

Perusahaan-perusahaan anggota APLI harus melakukan kegiatan-kegiatan mereka dalam semangat persaingan yang sehat.

4.2 Pembujukan

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh secara sistematis membujuk atau mengajak Penjual Langsung yang berasal dari Perusahaan lain.

4.3 Pencemaran Nama Baik

Perusahaan tidak diperbolehkan mencemarkan atau mengizinkan Penjual Langsung mereka mencemarkan nama baik Produk, rencana pemasaran dan penjualan atau bentuk-bentuk lainnya dari Perusahaan lain

5. PENEGAKAN KODE ETIK

5.1 Tanggung Jawab Perusahaan

Tanggung jawab utama pelaksanaan Kode Etik berada pada masing-masing perusahaan. Bila terjadi pelanggaran terhadap Kode Etik, Perusahaan harus melakukan segala upaya untuk memuaskan pihak yang mengajukan keluhan.

5.2 Administrator Kode Etik

APLI harus menunjuk seseorang atau suatu badan independen sebagai Administrator Kode Etik.

Administrator Kode Etik harus memantau ditaatinya Kode Etik dengan tindakan tindakan yang tepat dan bertanggung jawab terhadap penanganan keluhan dan seperangkat aturan yang menjabarkan proses penyelesaian keluhan.

Administrator Kode Etik harus menyelesaikan keluhan konsumen yang belum terselesaikan atas dasar pelanggaran terhadap Kode Etik

5.3 Perbaikan

Administrator Kode Etik dapat mewajibkan pembatalan pemesanan, pengembalian Produk yang telah dibeli, pengembalian uang pembayaran atau tindakan-tindakan yang tepat lainnya, termasuk peringatan kepada Penjual Langsung atau Perusahaan, pembatalan atau penghentian kontrak Penjual Langsung atau hubungan-hubungan lainnya dengan Perusahaan, dan peringatan kepada Perusahaan.

5.4 Penanganan Pengaduan

APLI dan Administrator Kode Etik harus membuat, mempublikasikan dan menerapkan prosedur penanganan keluhan untuk memastikan penyelesaian yang tepat atas semua keluhan.

Perusahaan juga harus membuat, mempublikasikan dan menerapkan prosedur penanganan keluhan pelanggan berdasarkan proses-proses penanganan keluhan pelanggan mereka masing-masing untuk memastikan penyelesaian yang tepat atas semua keluhan.

5.5 Publikasi

Semua Perusahaan diminta untuk mempublikasikan Kode Etik APLI kepada Para Penjual Langsung dan konsumen mereka.


Bagian penting untuk diketahui sebagai distributor adalah pada angka 3 dalam Kode Etik yaitu PENGATURAN TERHADAP PENJUAL LANGSUNG yang memuat hal-hal pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha penjualan langsung di Indonesia.

Hal Penting untuk Dipahami Oleh Distributor MLM

Kepatuhan Penjual Langsung

  • Perusahaan harus mewajibkan para Penjual Langsung mereka, sebagai satu syarat keanggotaan dalam system distribusi Perusahaan, untuk mematuhi standar-standar Kode Etik ini.

Sebagai seorang distributor harus memahami dan menerapkan Kode Etik Penjualan Langsung ini dalam menjalankan kegiatannya.

Perusahaan bukan hanya harus mewajibkan, juga harus mendorong setiap distributor untuk mematuhi praktek kode etik ini sehingga dapat menciptakan suasana kondusif dalam industri penjualan langsung di Indonesia.

Dalam prakteknya Kode Etik biasanya didapatkan pada saat pendaftaran yang ikut dalam starter pack yang sudah disiapkan oleh perusahaan, baik dalam versi cetak maupun versi digital (web) yang bisa didownload.

Perekrutan

  • Perusahaan tidak boleh menggunakan praktek-praktek perekrutan yang bersifat menyesatkan, menipu dan tidak jujur.

Untuk melakukan perekrutan yang baik atau penjualan, baik perusahaan atau anggota distributor untuk menyampaikan informasi secara jujur dan benar dan tidak bersifat spekulasi, dan bombastis yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Terkadang kita menjumpai praktek tersebut di lapangan, berarti teman kita tersebut tidak mematuhi kode etik, dan sebaiknya diberitahukan untuk tidak bombastis dalam menyampaikan promosi.

Praktek yang baik adalah memberikan informasi yang wajar dan jelas kepada orang lain sesuai dengan yang sebenarnya. Informasi yang benar dan jujur dapat meningkatkan kepercayaan untuk memakai produk yang ditawarkan.

Informasi Bisnis

  • Informasi yang disediakan oleh Perusahaan bagi Penjual Langsung mengenai peluang dan hak-hak serta kewajiban terkait harus akurat dan lengkap.
  • Perusahaan tidak boleh memberikan informasi dalam bentuk apapun yang tidak dapat diverifikasi, atau memberi janji yang tidak dapat dipenuhi kepada calon Penjual Langsung.
  • Perusahaan-perusahaan tidak boleh menyampaikan keuntungan-keuntungan peluang penjualan kepada seorang calon rekrutan cara palsu atau mengecoh.

Informasi peluang usaha di industri penjualan langsung berada dalam Perencanaan Bisnis (Marketing Plan) biasanya terdiri dari cara masuk atau biaya pendaftaran, bonus rekrutan, bonus pasangan, bonus kepemimpinan dan reward (hadiah).

Marketing Plan perusahaan resmi telah dipresentasikan khusus untuk mendapatkan SIUPL, sehingga marketing plan tersebut benar-benar sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Marketing Plan perusahaan resmi biasanya memang sudah dirancang secara jangka panjang sehingga tidak akan mengalami perubahan yang berpotensi merugikan anggotanya.

Remunerasi dan pelaporan

  • Perusahaan harus memberikan kepada para Penjual Langsung laporan periodik, sebagaimana yang berlaku untuk setiap penjualan, pembelian, rincian pendapatan, komisi, bonus, diskon, pengiriman barang, pembatalan dan data lain yang relevan kepada Penjual Langsung sesuai dengan perjanjian yang disepakati Perusahaan dengan Penjual Langsung.
  • Semua uang terhutang harus dibayarkan dan setiap pemotongan sejumlah uang harus dilakukan dengan cara yang tepat secara komersial.

Bonus atau penghasilan yang didapatkan oleh penjual langsung selama ini ada yang dibayarkan harian, mingguan, atau periode tertentu sesuai dengan mekanisme perusahaan.

Umumnya para anggota distributor lebih menyukai cara pembayaran harian dari semua bonus yang didapatkan. Hal tersebut dapat menutupi biaya harian dan biaya operasional dalam menjalankan bisnisnya.

Namun ada juga dijumpai perusahaan yang membayar bonusnya mingguan atau bulanan mengingat banyaknya hasil perhitungan bonus yang dilakukan. Biasanya perusahaan yang menerapkan cara ini adalah perusahaan global yang melayani anggotanya dari seluruh dunia.

Sistem pembayaran secara real time juga memungkinkan parusahaan dapat membayar bonus kepada membernya tepat waktu. Hal tersebut didukung oleh sistem perbankan yang semakin aman untuk untuk terkoneksi dengan server perusahaan dan sistem keamanan internet semakin baik untuk melakukan aktivitas keuangan di internet.

Bahkan ada perusahaan yang sudah menerapkan sistem pembayaran bonus seketika pada saat terjadi bonus, dan bonus dibayarkan tiap hari tanpa libur. Ini betul-betul sangat real time dan sangat membantu anggotanya pada saat membutuhkan dana seketika

Pernyataan Penghasilan

Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh membuat laporan atau pernyataan yang tidak benar tentang jumlah penjualan, potensi penjualan atau penghasilan dari Penjual Langsung
  • Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh membuat laporan atau pernyataan yang tidak benar tentang jumlah penjualan, potensi penjualan atau penghasilan dari Penjual Langsung. Setiap pernyataan pendapatan dan penjualan yang dibuat harus berdasarkan pada fakta-fakta yang didukung oleh dokumen.

Praktek promosi yang sering dijumpai di lapangan yaitu masih adanya para leader mlm atau pemain mlm masih menggunakan cara bombastis terhadap peluang usaha yang ditawakan termasuk hasil-hasil yang sudah mereka dapatkan.

Mereka menambahkan nilai atau angka penghasilan yang mereka belum dapatkan. Padahal solusi yang tepat adalah melakukan Edifikasi terhadap upline atau sponsor yang sudah sukses mendapatkan hasil tertentu.

Hubungan

Hubungan jangka panjang dan hubungan antara perusahaan dengan distributornya sudah diatur dalam perjanjian kerjasama yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  • Perusahaan harus mempersiapkan perjanjian tertulis, yang harus ditanda tangani oleh perusahaan maupun Penjualan Langsung yang berisikan semua rincian mendasar dari hubungan antara Penjual Langsung dan Perusahaan.
  • Perusahaan harus menginformasikan kepada Penjual Langsung mengenai kewajiban hukum termasuk ijin yang berlaku, registrasi dan pajak.

Hubungan jangka panjang dan hubungan antara perusahaan dengan distributornya sudah diatur dalam perjanjian kerjasama yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Perjanjian tersebut juga mengikat keduanya jika ada perselisihan yang terjadi. Intinya, perjanjian tersebut mengenai perlindungan terhadap distributor dan perlindungan terhadap produk yang dijual sudah memiliki izin edar dari pemerintah.

Oleh karena itu, penting untuk memahami ketentuan dan perjanjian yang disodorkan oleh perusahaan sebelum menandatangani keanggotaan menjadi distributornya.

Iuran

  • Perusahaan dan Penjual Langsung tidak boleh mewajibkan Penjual Langsung atau calon Penjual Langsung untuk membayar iuran keanggotaan yang tinggi, biaya pelatihan, iuran waralaba, iuran untuk biaya bahan promosi atau iuran lainnya yang hanya berkaitan dengan hak untuk ikut serta dalam bisnis penjualan langsung.
  • Biaya yang dikenakan untuk menjadi Penjual Langsung harus berhubungan secara langsung dengan nilai bahan, produk, atau layanan yang diterima sebagai gantinya.

Perusahaan yang menerapkan biaya keanggotaan yang tinggi tidak sesuai dengan aturan tersebut. Biaya masuk yang tinggi juga merugikan perusahaan karena membatasi calon anggota yang ingin bergabung.

Dalam prakteknya industri mlm di Indonesia sudah menerapkan kemudahan bagi masyarakat untuk memulai bisnis penjualan langsung dengan biaya awal yang cukup terjangkau.

Rata-rata mereka menetapkan biaya keanggotaan termasuk pembelian barang antara Rp 500 ribu sd Rp 1 juta. Bahkan banyak perusahaan yang telah berhasil menetapkan biaya keanggotaan dibawah Rp 500 ribu.

Keanggotaan yang terjangkau dapat menjadi peluang usaha bagi ibu rumah tangga dan mahasiswa, sehingga mereka dapat bergabung dan menjalankan bisnis MLM tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Pemutusan Hubungan

  • Pada saat hubungan seorang Penjual Langsung dengan Perusahaan diputuskan, perusahaan harus membeli kembali produk yang tidak terjual dan masih dapat dijual kembali, termasuk bahan-bahan promosi, alat bantu dan alat-alat penjualan yang dibeli dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dikurangi biaya penanganan hingga 10 % dari harga pembelian bersih.
  • Perusahaan juga dapat melakukan pemotongan untuk biaya setiap manfaat yang telah diterima oleh Penjual Langsung berdasarkan pembelian barang-barang yang dikembalikan.

Pemutusan hubungan perusahaan MLM dengan membernya biasa terjadi karena adanya kesalahpahaman. Hal ini juga biasa terjadi karena perusahaan menetapkan batasan kepada anggotanya untuk tidak menjalankan MLM lain.

Namun ada juga perusahaan yang memberikan peluang kepada anggotanya untuk tetap menjalankan MLM lain dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

Persediaan Produk

  • Perusahaan tidak boleh mewajibkan atau mendorong Penjual Langsung untuk membeli stok Produk dalam jumlah yang besarnya tidak masuk akal.
  • Perusahaan harus mengambil langkah yang semestinya untuk memastikan bahwa Penjual Langsung yang menerima kompensasi untuk volume penjualan downline mengkonsumsi atau menjual kembali produk-produk yang mereka beli agar dapat memenuhi syarat untuk menerima kompensasi.

Hal tersebut seharusnya tidak terjadi dengan adanya master stokis, stokis dan mobil stokis yang biasaya terbentuk secara bersamaan pada saat perusahaan mulai berkembang.

Praktek stok barang bisa merugikan membernya karena kemungkinan barang tidak laku atau rusak. Kegiatan ini juga bisa memberikan peluang adanya penjualan barang di bawah harga (cutting price) yan gdapat merugikan distributor lain dan mengacaukan harga di lapangan.

Kalau hal ini terjadi, perusahaan harus segera melakukan tindakan teguran atau pemutusan kepada penjual yang dapat merugikan perusahaan dan member lain.

Materi-materi lain

  • Perusahaan harus melarang Penjual Langsung memasarkan atau mewajibkan orang lain melakukan pembelian materi-materi yang tidak sesuai dengan kebijakan dan prosedur Perusahaan.
  • Penjual Langsung yang menjual literatur promosi atau literatur pelatihan yang telah disetujui oleh perusahaan, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk elektronik, diwajibkan
    • (i) menggunakan hanya materi-materi yang memenuhi standar-standar yang ditetapkan perusahaan,
    • (ii) menghindari pemberlakukan pembelian alat bantu penjualan sebagai persyaratan menjadi downline Penjual, (iii) menyediakan alat bantu penjualan dengan harga yang pantas, setara dengan bahan-bahan serupa yang tersedia secara umum dipasaran, dan(iv) menawarkan kebijakan pengembalian tertulis yang sama dengan kebijakan pengembalian pada Perusahaan yang diwakili oleh Penjual Langsung tersebut. Perusahaan harus mengambil langkah yang pantas dan konsisten untuk memastikan bahwa alat bantu penjualan yang diproduksi oleh Penjual Langsung mematuhi ketentuan-ketentuan Kode Etik ini dan tidak bersifat menyesatkan atau menipu.

Tentu saja tidak kewajiban untuk melakukan pembelian alat bantu promosi melalui perusahaan. Namun sebagai member yang ingin sukses tentunya memerlukan alat bantu promosi.

Alat bantu promsoi tersebut dapat diperoleh melalui perusahaan atau support sytem yang ada atau dengan mengusahakannya sendiri.

Media promosi dalam menjalankan bisnis MLM dewasa ini telah bergerak ke arah alat promosi online (internet) yang lebih murah, praktis dan memiliki jangkau yang lebih besar.

Gunakan alat promosi online untuk melejitkan bisnis penjualan langsung anda. Pastikan bahwa semua isi dari promosi tersebut tidak bersifat bombastis dan sesuai dengan ketentuan perusahaan dan Kode Etik di atas.

Pelatihan bagi Penjual Langsung

  • Perusahaan harus menyediakan pelatihan yang memadai guna mengasah kemampuan Penjual Langsung untuk bekerja secara etis.

Mendapatkan pelatihan merupakan daya dukung utama untuk suksesnya sebuah perusahaan MLM. Pelatihan melalui support system yang sudah disiapkan oleh perusahaan wajib diikuti oleh setiap distributor yang ingin sukses.

Banyak hal positif yang bisa didapatkan melalui pelatihan oleh support system. Materi dan motivasi bisnis sangat penting untuk lebih meningkatkan kemampuan distributor dalam menjalankan bisnisnya, terutama bagaimana bisa tetap bertahan.

Bagi Anda yang sementara mencari peluang usaha di industri penjualan langsung, yang terbaik adalah pilihlah perusahaan yang sudah Legal dan memiliki support system yang akan membuat Anda sukses.


Peluang usaha Multi Level Marketing (DS/MLM) merupakan peluang usaha yang menjanjikan yang layak dipertimbangkan sebagai bisnis rumahan yang dapat dikerjakan full time atau part time.

Network Marketing (Pemasaran Jaringan)  memberikan orang kesempatan. Dengan resiko yang sangat rendah dan komintmen finansial yang sangat rendah, untuk membangun aset penghasil pendapatan mereka sendiri dan memperoleh kekayaan besar (Robert T. Kiyosaki; penulis best seller “Rich Dad & Poor Dad”)

Dapatkan trik dan cara promosi digital marketing untuk menambah wawasan anda mengenai alat promosi online (internet)

Penulis: Argah

Menciptakan Perbedaan dengan Melakukan Hal - Hal Baru; Memberi Sesuatu yang Berharga untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Syukur Kepada Allah karena Saya Sehat, Kaya, Bahagia dan Sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.