Penjelasan singkat mengenai bahan organik dari makalula

Untuk  mendapatkan manfaat dari pola hidup sehat dan misi penyelamatan bumi dari efek global warming  salah satunya adalah dengan menggunakan bahan-bahan berlabel ‘organik’ adalah pilihan terbaik bagi dunia industri.

Tak hanya di bidang pangan, dalam dunia tekstil, bahan baku dari serat organik kini mulai banyak diminati. Sebagai contoh dengan memakai bahan katun organik sebagai bahan baku kain.

Istilah Katun organik atau organic cotton merupakan tanaman yang tumbuh di daerah subtropik seperti Cina, AS, dan Turki. Untuk produk berupa bahan katun organik penanamannya tidak menggunakan rekayasa genetika dan tidak menggunakan bahan kimia pertanian seperti pestisida dan pupuk. Inilah yang membedakannya dengan jenis cotton biasa.

Pada tahun 2007 produksi kapas organik mencapai kurang lebih 265.517 bal katun organik yang dihasilkan dari 24 negara di seluruh dunia dan terus bertumbuh hingga mencapai 50% per tahunnya.

Penggunaan bahan katun organik atau bahan pakaian dari katun organik ini semakin diminati masyarakat. Sebagai bahan yang bebas dari pestisida atau bahan kimia, tentunya katun organik ini menjadi pilihan yang sehat tak hanya bagi pengusaha konveksi namun juga bagi dunia pertanian.

Mengapa demikian?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Green peace tentang komparasi antara katun organik dan konvensional pada pertanian India menyatakan jika petani yang menanam katun organik mampu meraup keutungan 200% jika dibandingkan dengan petani yang menanam kapas nonorganik. Untung yang berlipat ini dikarenakan minimnya biaya produksi karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia.

Keuntungan Menggunakan Kapas OrganiK

Selain laba yang sangat besar, keuntungan lain yang bisa didapatkan dari penggunaan kapas organik ini antara lain sebagai berikut.

– Karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia maka, bahan katun organik ini lebih ramah lingkungan. Penggunaan pestisida sudah barang tentu akan mencemari udara dan permukaan air yang dihasilkan pada saat pencucian.

– Bahan katun organik tidak meninggalkan sisa yang berbahaya, sedangkan sisa bahan kimia yang melekat pada kapas, bisa menyebabkan iritasi pada kulit konsumen. Terlebih bagi konsumen yang mempunyai kulit sensitif.

– Warna yang dihasilkan dari bahan katun organik ternyata lebih tajam

– Penggunaan bahan katun organik ternyata bisa mengurangi dampak perubahan iklim. Tidak digunakannya hasil dari gas rumah kaca berkurang sebanyak 94%, dari pertanian konvensional serta bahan-bahan pestisida dan bahan-bahan kimia. Selain itu, tanah menjadi lebih sehat dan mampu melakukan penyerapan CO² dari atmosfer menjadi maksimal.

Dengan segala manfaatnya, harga bahan katun organik cukup mahal dan susah didapatkan.

Namun demi kecintaan terhadap kesehatan dan lingkungan, katun organik tetap dijadikan bahan kaos oleh sebagian kecil industri. Maka jika kita menemukan produk berbahan organic cotton, jangan ragu untuk membelinya. Dengan membelinya, berarti kita ikut mendukung penyelamatan bumi dari global warming dan pastinya kita akan terhindar dari iritasi kulit karena efek racun yang masih tertinggal pada serat kain.

Salah satu pilihan dari pakaian yang berbahan baku organik yaitu Makalula dari Makalula Network

(Sumber : Makalula Network)

%d blogger menyukai ini: